Waktu

5:54 PM


Waktu ternyata benar.
Klaimnya tentang ia sebagai penyembuh segala keluh-kesah, terbuktikan dengan hadirnya hadiah di masa kemudian.
Waktu menyembuhkan perasaan tak puas yang tidak percaya akan ketetapan Tuhan.
Waktu mengubah cara pandang manusia tentang penerimaan.
Waktu menggulirkan proses pendewasaan.
Waktu mengubah kepribadian, penciteraan dan pembawaan.

Jangka waktu lima tahun bisa mentransformasi remaja putri yang baru mendapatkan menstruasi pertamanya di umur lima belas tahun menjadi seorang ibu rumah tangga berusia dua puluhan.
Jangka waktu tujuh tahun dapat mengangkat derajat anak lulusan SMA menjadi manusia bertitel panjang lewat jalur pendidikan.
Jangka waktu sepuluh tahun bisa membalikkan nasib narpidana menjadi ustadz milyader yang jadwal ceramahnya padat penuh panggilan.
Dan durasi waktu dua puluh empat sampai dua puluh enam tahunan, bisa mengubah bayi laki-laki yang masih bergantung pada ASI ibunya menjadi imam keluarga yang membiayai anak perempuan dari keluarga orang untuk ia pilih sebagai isteri idaman.

Ah, waktu.
Terimakasih telah mengajarkanku untuk menunggu.
Menunggu garis-garis takdir yang Tuhan suratkan sejak bentukku masih janin di rahim ibu.

Ah, waktu.
Terimakasih telah mengingatkanku tentang iman.
Bahwa adanya aku di dunia ini hanyalah fase menunggu dikebumikan ke dalam liang kuburan.
Bahwasanya, satu-satunya alasanku berjalan di bawah semesta ialah beribadah pada Tuhan.

Beppu, 31 May 2016 | 09.03 PM

You Might Also Like

0 komentar

Popular Posts

Contact Form

Name

Email *

Message *

recent posts

Subscribe