London, UK: Mbak Alif

12:32 PM

     Setelah mendapati postcard dari Deria yang rusak karena tidak sengaja ditempati panci panas di atasnya oleh Ibuk saya (klik disini), kali ini giliran postcard dari London kiriman Mbak Alif yang juga ikut-ikutan rusak. Bedanya, postcard dari London ini sudah tidak utuh dari sananya, jadi saya cukup terkejut, sedih, sekaligus tertawa juga ketika mengambilnya sendiri dari kotak pos depan rumah. Sedih banget sebetulnya, tapi lucu juga.
     Omong-omong, Mbak Alif ini lulusan APU program S2 tahun 2014 lalu. Ketika masih di Beppu, Mbak Alif biasa kumpul dengan saya, Kak Fatma, Kak Zakiyah, Ibuk, Mbak Nana, dan Mbak Shanti untuk ikut kelas tafsir hari Sabtu di Masjid Beppu. Kami juga sering jalan-jalan bareng, dan selain daripada saya yang pada saat itu kondisi keuangannya masih tidak stabil, mereka juga mengadakan arisan sebagai media menabung dan kumpul-kumpul untuk makan bersama. Sekarang, Kak Fatma dan Kak Zakiyah a.k.a Mbak Jeki sudah lulus dari APU sekitar dua tahuan lalu. Kak Fatma sudah menikah bulan Februari lalu sementara Mbak Jeki baru tahun ini selesai menjalankan tugasnya menjadi guru di pelosok negeri selama setahun penuh lewat program Indonesia Mengajar. Mbak Shanti juga sudah lulus setahun lalu dari Oita Nursery College dan sudah lahiran anak ketiga di Indonesia beberapa bulan ke belakang. Anak ketiganya ini adalah anak perempuan pertama Mbak Shanti dan suaminya, Mas Hari, yang ketika Mbak Shanti masih tinggal di Oita untuk menuntut ilmu, Mas Hari juga ikut tinggal disini bahkan menjadi pengurus utama Taslima (Komunitas Muslim Indonesia Oita). Mbak Nana masih mengejar program doktoralnya di Oita University, tapi akhir-akhir ini sering pulang ke Indonesia dalam waktu lama untuk cuti karena beberapa urusan. Sementara Mbak Alif sendiri? Mbak Alif yang setelah kelulusan S2-nya dari APU kembali ke Indonesia, kemudian diajak suaminya ke Inggris untuk menemani sang suami kuliah lagi disana.

Ah, hidup...
Sekarang kita dimana, besok kita dimana.
Sekarang sedang menjalankan apa, besoknya lagi sedang membangun mimpi yang baru lagi.
Benar ya, ternyata? Bahwa hidup itu pada hakikatnya adalah persilangan takdir banyak orang.
Setiap nikmat pertemuan dan lingkaran pertemanan juga ada masa berlakunya, ada batasan waktunya sendiri walau ukhuwahnya tidak akan pernah kadaluwarsa.

p.s.: yang ingin kepoin blognya Mbak Alif, silakan klik disini





You Might Also Like

0 komentar

Popular Posts

Contact Form

Name

Email *

Message *

recent posts

Subscribe